Saat ini indonesia sedang darurat korupsi,  korupsi telah menjadi hal yang lumrah dikalangan masyarakat, hal ini dibuktikan dengan banyaknya media elektronik maupun media cetak yang memberitakan tentang korupsi, dari kelas bawah hingga kelas atas atau Dari pejabat pemerintah pusat sampai pemerintah daerah, ini seakan menjadi penyakit kanker yang akan selalu merambat keseluruh tubuh tapi hal ini berubah menjalar keseluruh lingkup birokrasi pemerintahan, upaya priventif dan penindakan telah banyak dilakukan oleh Lembaga Antirasuah KPK maupun Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Indonesia yang selalu gencar dan ketika melakukan penindakan pastinya akan menimbulkan konflik dan ini akan selalu menjadi trending topic , korupsi hingga saat ini banyak yang mengakibatkan  problematika perkepanjangan di negara ini , indonesia yang kaya akan sumber daya alam yang melimpah ruah akan tetapi itu hanya sebagai slogan saja ataupun hanya ucapan atau bisa jadi hanya mimpi belaka, kondisi negara tidaklah aman-aman saja akan tetapi secara abstrak kondisi negara sedang dalam kondisi darurat ataupun sedang terpuruk, hal ini disebabkan oleh bangsa yang menghancurkan negaranya sendiri, mengambil kekayaan yang negara miliki dan untuk kepentingan dirinya sendiri, jika kita mengingat kembali Ir Soekarno sebagai salah satu  The founding father bangsa ini bahwa beliau pernah berkata “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.”, sejak dulu The founding father bangsa kita telah meramal hal itu akan terjadi di masa generasi penerusnya, salah satu kehancuran bangsa ini adalah Para koruptor yang telah banyak merugikan negaranya sendiri sehingga mengalami retrogasi yang mengakibatkan menjadi lebih terpuruk. Kerugian negara  pada tahun 2015 menurut data dari ICW (Indonesia Corruption Watch) memantau 308 kasus dengan 590 orang tersangka. Total potensi kerugian negara dari kasus-kasus ini mencapai 1,2 triliun rupiah dan potensi suap sebesar 457,3 miliar rupiah.

Adapun upaya penanganan pemberantasan korupsi tidak hanya dibutuhkan intelenjensi dalam menganalisa/mengenai indiksi korupsi tetapi keberanian dalam menindak korupsi, bukan perkara mudah untuk memberantas korupsi, kehendak mewujudkan suatu good governance masih terasa sulit untuk diwujudkan karena sistem yang telah terkontaminasi oleh para pejabat yang berada di birokrasi baik pusat maupun daerah dimana telah melakukan penyimpangan dengan merugikan masyarakat dan Negara dalam skala besar.

Dalam proses pemberantasan korupsi, para penegak hukum tidak dapat berjalan sendiri untuk melakukan pemberantasan korupsi, tetapi pemberantasan juga ini dibutuhkan peran masyarakat terutama anak muda dewasa ini yang sebagai generasi yang nantinya akan menjadi penentu negara ini akan kemana, jika kita mengingat kembali the founding father bangsa ini, Ir Soekarno pernah berkata “Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya,berikan aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncang dunia” dari pernyataan tersebut maka muncul suatu harapan bahwa pemuda mempunyai semangat yang sangat besar apalagi idealis pemuda meskipun bukan perkara gampang dalam melakukan pemberantasan korupsi yang memang secara terus menerus sulit untuk dibersihkan/diberhentikan, namun regenerasi untuk mencegah korupsi yang berkepanjangan ini sangat ditentukan oleh para generasi muda,  jiwa anak muda yang masih mempunyai idealis untuk menjadikan Negara Indonesia sebagai Negara yang bersih dari korupsi.

Peran anak muda dalam pencegahan korupsi penting tetapi harus membutuhkan moral yang baik dan kejujuran pada anak muda agar tidak kembali terjadi seperti halnya di lingkungan birokrasi tadi, anak muda yang mempunyai tugas sebagai agent of change di masyarakat menjadi tanggung jawab yang besar, perlu adanya peran anak muda yang lebih proaktif dalam melakukan pengontrolan terhadap yang dilakukan oleh pemerintah dan juga Anak muda yang mempunyai semangat untuk memperjungkan sesuatu untuk terciptanya keadilan dan kesejahteraan masyarakat.

            Korupsi yang merajalela akan menjadi refleksi kita secara bersama, sehingga posisi anak muda sebagai generasi penerus dan juga yang akan menjalankan tongkat estafet nantinya yang mempunyai tanggung jawab yang begitu besar, maka perlu adanya kesadaran dalam diri anak muda itu sendiri untuk melakukan tindak priventif serta anti pada korupsi atau menjauhi perbuatan yang akan merugikan negara ini, nilai-nilai kejujuran haruslah selalu dijunjung tinggi sampai kapanpun itu, karena dari kejujuran akan pastinya akan membawa manfaat yang besar juga untuk bangsa ini.

Advertisements